Thursday Jun 13, 2024

Model Komunikasi Aristoteles: Konsep dan Penggunaannya

Mempelajari model komunikasi aristoteles merupakan teori komunikasi yang sudah ada sejak dua ribu tahun lalu dan masih relevan diadopsi hingga saat ini.

Model komunikasi Aristoteles yang dikembangkan oleh seorang filsuf Yunani, merupakan model komunikasi yang paling awal dan paling terkenal. Konsep komunikasi ini diketahui telah ada sejak lebih dari dua ribu tahun dan masih relevan digunakan sebagai konsep komunikasi hingga saat ini.

Pasalnya, model komunikasi yang digagas Aristoteles dalam karyanya yang berjudul “Rhetoric” ini dikemas dengan sederhana, sehingga dapat diaplikasikan secara luas.

Pengertian Model Komunikasi Aristoteles

Menurut Aristoteles, komunkasi adalah sebuah seni persuasif dimana saat terjadinya proses komunikasi maka pembicara akan berusaha untuk mempengaruhi audiens.

Lebih lanjut, ada tiga elemen utama yang mempengaruhi model komunikasi ini, antara lain:

  1. Pembicara (Speaker)
  2. Pesan (Message)
  3. Pendengar (Audience)

Elemen-Elemen Model Komunikasi Aristoteles

  1. Pembicara (Speaker): Pembicara adalah sumber komunikasi yang perannya dianggap paling penting dan berpengaruh dalam proses komunikasi yakni merumuskan dan menyampaikan pesan kepada audiens.

Sehingga, kualitas dan kredibiltas pembicara menjadi sangat penting dalam model komunikasi ini.

  1. Pesan (Message): Pesan merupakan isi atau materi yang disampaikan oleh pembicara kepada audiens. Pesan ini dapat berupa ide, informasi, argument, atau perasaan yang ingin disampaikan pembicara.

Lebih lanjut, agar pesan dapat diterima dengan baik oleh audiens, maka kejelasan, keakuratan, serta relevansi pesan harus diperhatikan.

  1. Pendengar: Pendengar atau audiens adalah pihak yang menerima dan menafsirkan pesan yang disampaikan oleh pembicara.

Peran audiens dalam model komunikasi ini juga tidak kalah penting dengan pembicara, sebab tanggapan audiens terhadap pesan yang diterima akan menentukan keberhasilan komunikasi.

Di sisi lain, Aristoteles juga menekankan bahwa pembicara harus mampu memahami audiensnya agar pesan dapat tersampaikan dengan cara yang paling efektif.

Prinsip-Prinsip Konsep Komunikasi Aristoteteles

Setidaknya ada tiga cara utama yang diidentifikasi Aristoteles agar pembicara dapat meyakinkan audiens. Ini juga dikenal sebagai tiga bukti retorika:

  1. Ethos (Kredibilitas): Agar audiens yakin dengan isi pesan yang diterima, maka pembicara harus memiliki otoritas, keahlian dan integritas. Sehingga karakter dan kredibilitas pembicara sangat penting dalam model komunikasi ini.
  1. Pathos (Emosi): Agar pesan tersampaikan dengan baik, pembicara juga harus mampu memainkan emosi audiens dengan menggunakan cerita, contoh atau Bahasa emosional yang menyentuh hati agar audiens lebih responsive terhadap pesan.
  1. Logos (Logika): Untuk bisa meyakinkan audiens, maka pembicara harus memiliki logika dan alasan yang baik. Pembicara dituntut untuk mampu menyusun argument yang jelas, logis dan berbasis pada bukti agar bisa meyakinkan audiens dengan fakta dan data.

Penerapan Model Komunikasi Aristoteles

Penerapan model komunikasi ini sangar berguna dalam berbagai konteks, termasuk:

  • Pidato Publik: Model komunikasi ini sangat sesuai digunakan untuk merancang pidato yang efektif. Tentunya dengan tetap mempethatikan unsur kredibilitas, emosi, dan logika untuk menarik audiens agar dapat merespon pesan yang disampaikan dengan efektif.
  • Pendidikan: Prinsip-prinsip Aristoteles juga bisa diterapkan di bidang pendidikan, agar dosen dan guru bisa lebih efektif menyampaikan pelajaran kepada muridnya yang menjadi audiens, dengan cara yang jelas dan persuasive.
  • Pemasaran dan Periklanan: Prinsip model Aristoteles yang menekankan pada unsur emosi untuk menyampaikan pesan yang menyentuh hati dapat mempersuasif konsumen untuk tertarik dengan produk atau jasa yang diiklankan.

Selain itu, pentingnya kredibilitas dalam unsur penyampaian pesan juga sesuai untuk menyusun kampanye yang efektif.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan singkat mengenai model komunikasi aristoteles yang menawarkan kerja yang sederhana namun kuat untuk memahami proses komunikasi linear antara pembicara dan audiens.

Meskipun teori model komunikasi ini dikembangkan oleh Aristoteles ribuan tahun yang lalu, namun prinsip-prinsip di dalamnya masih relevan untuk digunakan secara luas dalam berbagai bidang komunikasi modern.

Back to Top